Monday, January 30, 2017

Pendidikan Sedini Mungkin, Penentu Masa Depan !

                                      
Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu semua Warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan. Baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, sampai pendidikan menengah atas, semua itu bertujuan untuk mengasah dan membentuk karakter putra/putri bangsa. Pendidikan sangat erat hubungannya dengan kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan di sertai dengan pemahaman karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menentukan proses pembelajaran bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, sosial dan emosional.

                                         

        Namun tahukah anda, teryata pendidikn anak usia dinilah yang akan sangat berperan dalam penanaman dan pembentukan karakter suatu anak, karena sedini mungkin penerapan teradap pendidikan semakin besar peluang yang kita dapatkan untuk menggali potensi yang di miliki oleh anak tersebut.

         Sebelum membahas lebih lanjut, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini(PAUT) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang di tujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. Yang di lakukan mulai dari memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam masuki pendidikan lebih lanjut yang di selengarakan oleh jalur formal, nonformal, dan informal.

Apa yang menjadikan pendidikan anak usia dini sangat penting ? berikut ulasan lengkapnya :

                                                   

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

                                                

· Selain itu pendidikan anak usia dini akan memberikan kesiapan anak untuk menghadapi masa-masa kedepannya, karena pada saat menjalani pendidikan usia dini anak tersebut sudah mampu bersosialisasi dan siap untuk menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya yaitu .pendidikan dasar.

 Pendidikan anak usia dini adalah bentuk penyelengaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
                                                       

Menurut banyak penelitian. Anak yang mendapatkan pendidikan di usia dini akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.

Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.


            Nah bunda, dari pemaparan di atas telah kita simak bersama pentingnya pedidikkan sedini mungkin pada buah hati anda, mari kita dukung dan arahkan anak kita untuk menjadi pribadi yang cerdas dan cemerlang dengan mengasah kemampuaan sedini mungkin.




Thursday, January 26, 2017

ayo bergerak maju bersama Kampung Sarjana !

                 Bagi sebagian orang pendidikan hanya tentang sebuah gelar, bukan suatu tujuan besar dalam hidup. Yang penting lulus.! Tidak perduli apa yang ia dapatkan dari perjalanannya menempuh pendidikan. Tak ada niat sedikitpun mencari apa itu arti pendidikan.


              Begitu kesannya pendidikan bagi sebagian anak muda sekarang, namun sangat berbeda dengan prinsip anak muda di kampung Sukarasa, Desa Cibuyutan, Kabupaten Bogor. yaitu , "Lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada terus-menerus mengutuk kegelapan." Begitulah prinsip mereka.
Sebuah Desa terpencil, untuk berkunjung kesanapun harus melalui jalan setapak yang jarak tempuhnya kurang lebih 2 jam lamanya. Dengan jalan berbatu yang sedikit terjal. Bagi mereka menjadi sarjana me rupakan langkah awal untuk memupuk keyakinan bahwa desa mereka dapat bangkit dari gelapnya keterpurukan.





Kampung Sarjana adalah sebuah gerakan yang hadir untuk mendukung mewujudkan cita-cita ini . dengan mengandalkan program kakak-adik asuh dan berbagai program donasi lainnya, kami berharap Kampung Sarjana dapat menjadi salah satu pionir untuk membangun desa-desa tersebut ke arah yang lebih baik. Dengan semangat dan kerja keras yang dilakukan oleh para pemuda tersebut. Berpotensi besar dapat membantu mensejahterakan pendidikan di kampung ini.


Adapun visi dan misi yang ingin di capai adalah :


Visi :
Mewujudkan 1 Kampung 10 Sarjana Takwa

Misi :
1. Melakukan pembinaan siswa/i di kampung hingga menjadi sarjana takwa.
2. Membangun kesadaran orang tua siswa untuk mendukung anaknya menjadi sarjana takwa.
3. Mensinergikan jaringan pendukung (stake holder) dengan calon sarjana.
gerakan Kampung Sarjana ini dapat terlaksana karena adanya kerjasama tim yaitu :

Penasehat        : Asep Abdul Ghofar, Agus Sutrisno
Ketua               : Muhammad Ihsan
Sekretaris        : Ismi Hanifa; Bendahara: Titia Rakhmawati;
Marketing/Humas Kreatif : Indra Restu Fauzi, Ellys Sufia Firsanti, Sitti Ghaliyah, Ratna Maryam, Vina Damayanti, Aziz Fauzi, Tiara Hani Saputri, Diar Maylia Fridayanti; Program: Listya Kurnia, Dedy Irwanto, Gita Wulandari, Nanda Eka Rahayu, Amellya Nofemi; Funding: Kartika Diah Ayunda, Ahmad Solihun, Tanti Kurniasari, Desi Rahmawati.






            Besarnya semangat dan keinginan dari para pemuda Desa Cibuyutan lah yang membuat semangat dan kerja keras dari para tim kampung sarjana untuk terus membantu membangun dan mensejahterakan kehidupan di desa tersebut. niat mulia untuk membangun desa dari gelapnya keterpurukan pasti akan membuahkan cahaya terang di masa depan.

Tuesday, January 24, 2017

Tips untuk siswa agar aktif bertanya pada guru.

Disetiap kelas, pasti akan menghadapi kendala yang sama, dan itu tidak jauh substansi pertanyaan di atas. Yaitu menjadikan siswa aktif bertanya, hhmm, memang apa sih bertanya itu ? Bertanya adalah “ucapan verbal yang meminta respon kepada yang di kenal”, respon itu bisa berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya adalah stimulus efektif yang mendorong kemampuan berfikir.

Dengan begitu, mengajak siswa aktif bertanya itu, caranya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif yaitu :
1. Meningkatkan partisipasi dalam belajar
2. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap masalah yang dibicarakan
3. Mengembangkan pola dan cara belajar aktif
4. Menuntun proses berfikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan membantu membuat jawaban yang baik juga.
5. Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas.

Nah, setelah itu ini upaya guru dalam meningkatkan kemampuan bertanya siswa : Guru bertanya dalam bentuk permainan, agar bertujuan siswa kembali bertanya. Guru memberi tuntunan atas materi yang diajarkan. yaitu ketika siswa berfikir menjawab pertanyaan tersebut. Guru memberikan pengantar terlebih dahulu guru mengajukan pertanyaan agar sesuai dengan pengantar tersebut.


Tips nya sebagai berikut :
  • Guru memberikan beberapa pertanyaan dalam bentuk menggali atau membimbing siswa dalam menjawab. Pertanyaan ini maksudnya untuk menggali jawaban siswa yang telah diungkapkan agar lebih jelas.
  • Guru memberikan media yang menarik perhatian siswa. media merupakan “alat bantu yang dapat menyampaikan pesan dari sumber kepada penerima pesan”
  • Guru memberikan hadiah bagi siswa yang bertanya. Hadiah merupakan salah satu alat yang dapat digunakan guru dalam menarik perhatian siswa dalam bertanya. Mereka akan terpacu untuk bertanya karena termotivasi mendapatkan hadiah.
Demikian beberapa tips yang dapat dilakukan untuk melatih siswa menajamkan keterampilan bertanya siswa. jadi kegiatan ini harus dilakukan berkali-kali agar siswa bisa benar-benar menguasai keterampilan bertanya dan menjadi suatu yang alami dalam diri mereka ketika sedang melakukan proses pembelajaran di kelas.

Monday, January 23, 2017

Kampus terbaik vs kampus terfavorit di Indonesia


            Berdasarkan riset Kementrian , Teknologi dan Pendidikan tinggi kembali merilis daftar peringkat kampus terbaik di Indonesia , berdasarkan data tersebut, beikut ini nama sepuluh perguruan tinggi terbaaik di Indonesia. 

 Kampus Terbaik di Indonesia


  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
  3. Institut Pertanian Bogor (IPB)
  4. Universitas Indonesia (UI)
  5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  6. Universitas Brawijaya (Unibraw)
  7. Universitas Padjadjaran (Unpad)
  8. Universitas Airlangga (Unair)
  9. Universitas Sebelas Maret (UNS)
  10. Universitas Diponegoro (Undip)
         Peringkat tersebut di tentukan oleh beberapa standar penilaian yang telah di tetapkan sejak awal sebagai dasar penilaian. Hal ini sangat penting dilakukan agar perguruan tinggi memiliki standar khusus yang menjadi acuan untuk terus meningkatkan mutu dan kwalitas perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Hal in I juga di selengarakan agar menjadi acuan dalam  meningkatkan kinerja dan juga pola didik yang diterapkan oleh perguruan tinggi selaku pengelengara pendidikan.
Ada 4 kriteria penilaian yang di gunakan sebagai indikator dalam menentukan perguruan tinggi terbaik di Indonesia, diantaranya adalah :


Kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Poin ini terkait dengan tenaga pengajar yang ada di perguruan tinggi tersebut, karena hal ini akan menjai poin penting karana akan secara langsung mempengaruhi kwalitas pendidikan yang di berikan kepada peserta didik .Terkait dengan SDM yang dimiliki perguruan tinggi, akan dibagi menjadi 2 bobot penilaian, yakni: 12 persen untuk kualitas dosen yang memberi kuliah dan 18% untuk angka kecukupan dosen di universitas tersebut. Dalam kategori ini IPB adalah pemegang peringkat tertinggi dengan skor sebesar 4 poin, dilanjutkan dengan UGM dengan skor 3,99 poin, dan diikuti oleh ITB dengan skor 3,99 poin.

Kwalitas Managemen Perguruan Tinggi
Sebuah proses pembelajaran yang baik tentu akan sangat di pengaruhi oleh managemen yang baik pula. Universitas  yang memiliki mngemen yang baik dan dapat di andalkan untuk memunculkan ide pendidikan yang cemerlang tentu dapat di andalkan dalam melangsungkn proses perkuliahan. Karena itu dalam proses penilaian managemen memgang porsi penting dalam menentukan kelayakan suatu perguruaan tinggi.
Kualitas manajemen yang dimiliki oleh perguruan tinggi akan memegang bobot penilaian sebesar 30%.

Kwalitas Kegiataan Mahasiswa
Universitas terbaik diharapkan dapat melahirkan mahasiswa-nahasiswi yang cerdas dan penuh kreatifitas. Yang akan menunjang kemajuan mereka pada bidangnya serta bermanfaat bagi masyarakat luas. hal ini juga menjadi salah satu penunjang dalam menentukan peringkat terbaik bagi perguruan tinggi. Kegiatan mahasiswa ini memegang porsi penilaian sebesar 10%



Hasil Penelitian Serta Publikasi Ilmiah
Universitas diharapkan dapat melakukan banyak penelitian dan publikasi ilmiah terhadap bidang yang di ajarkan oleh mereka. Hal ini diharapakan dapat membantu perkembangan ilmu pengetahuan. Berbagai hasil penelitian serta publikasi karya ilmiah tersebut secara khusus juga menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan peringkat terbaik bagi perguruan tinggi. Hal ini memegang bobot yang cukup besar dalam penilaian ini, yakni sebesar 30%.

Sepertinya kamu akan bingung memilih satu di antara 10 perguruan tinggi tersebut, karena masing-masing memiliki keungulan di bidangnya.
Nah untuk kalian yang masih bingung berikut adalah reverensi beberapa kampus terfavorit di Indonesia.

Kampus Terfavorit di Indonesia

        Sama dengan perguruan tinggi yang terbaik, yang terfavorit pun patut untuk anda pertimbangkan. Bagaimana tidak semua orang ingin masuk dan menjadi mahasiswa di universitas ini, tentu akan menjadi suatu kebanggaan jika kamu menjadi salah satu yang berhasil mendapatkan kursi di sana.
            Berikut urutan peringkat perguruan tinggi paling favorit di Indonesia :
  1. Universitas Padjajaran (Unpad) dengan 85.879 peminat
  2. Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan 75.155 peminat
  3. Universitas Brawijaya (UB) dengan 73.558 peminat
  4. Universitas Sumatera Utara (USU) dengan 70.568 peminat
  5. Universitas Indonesia (UI) dengan 67.136 peminat
  6. Universitas Diponegoro (Undip) dengan 62.649 peminat
  7. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 62.574 peminat
  8. Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan 58.002 peminat
  9. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan 54.889 peminat
  10. Universitas Andalas (Unand) dengan 54.060 peminat



Nah untuk kalian yang akan menempuh pendidikan menuju perguruan tinggi, apakah telah menentukan pilihan mu ? barangkali salah satu di antara perguruan tinggi favorit di atas adalah tempat kuliah yang paling kamu idam-idamkan selama ini. Jiika benar, jangan lupa untuk memperhitungkan peserta yang mendaftar dan juga peminat pada jurusan yang nantinya akan kamu hadapi pada saat mendaftar. Jangan lupa untuk membandingkan antara satu perguruan tinggi dengan perguruaan tinggi lainnya.

Lihat seberapa besar peluang kamu akan di terima pada jurusan tersebut pada kampus pilihanmu, kamu harus jeli dalam memilih. jangan sampai salah memilih jurusan yang nantinya dapat membuat mu gagal dalam meraih impian masuk ke universitas idaman mu.


Memilih tempat kuliah tentu saja bukan sebuah perkara yang mudah, hal ini akan menyangkut masa depan dan juga cita-cita yang akan kamu raih nantinya. Jangan malas untuk mencari tahu dan juga menghitung kemungkinan kamu untuk bisa diterima. Pertimbangkan untuk mengambil sebuah universitas cadangan, jika sewaktu-waktu pilihan utamamu tidak bisa berhasil. Namun yang paling penting dari semua itu adalah mempersiapkan diri dengan matang.

Sunday, January 22, 2017

Sekolah Di Papua Tak Berdinding



          Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidkan yang bermutu akan menghasilkan bibit yang bermutu pula. Namun dilihat dari keseluruhan, apakah pendidikan Indonesia sudah bermutu? Ada beberapa menjawab ya dan sebagian besar tidak. Iya ketika pendidikannya di perkotaan atau daerah yang memiliki sistem pendidikan yang berkualitas, dan tidak ketika seseorang tinggal di daerah pelosok tanah air secara langsung proses pendidikannya berjalan.
           Disini, kita langsung liat potret pendidikan yang ada di papua, khususnya di Biak. Tepatnya berada di Distrik Padaido, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Di Distrik Padaido sendiri jumlah sekolah sebanyak 8 sekolah yang terdiri dari 5 Sekolah Dasar, 2 Sekolah Menengah Pertama dan 1 Sekolah Menegah Atas. Di sekolahan sinilah saya melihat pendidikan yang ada di Papua, mulai dari kondisi bangunan, kondisi ruang kelas,  murid, guru, sampai proses pembelajaran.

     a.       Kondisi bangunan

Dari 8 sekolah yang ada di Distrik Padaido, sebagian sekolahan yang dindingnya retak dan jumlah bangunan yang tidak cukup. Seperti di salah satu sekolah dasar. Hanya memili 4 kelas yang biasanya minimal masing-masing kelas terdiri dari 4 ruang kelas.

   b.      Kondisi ruang kelas
Sebagian besar di sekolahan ada ruangan kelas yang bagus. Namun dibeberapa sekolahan diruang kelas terlihat lantai yang tidak bagus, flapon yang tidak rusak. Dan yang paling penting masih yang tertampangnya foto mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di dinding depan kelas yang seharusnya disitu tepampang foto JokoWidodo.

    c.       Murid
Terlepas dari bangunan di atas, di situlah kita dapat meliat raut muka anak-anak terpancar sangat semangat dan keceriaan. Walupun dalam kondisi yang pada umumnya, ada sebagian murid sajalah yang memakai sepatu saat sekolah, tetapi hal itu tidak mengendorkan niat mereka untuk kesekolah demi menuntut ilmu untuk masa depan yang baik.

 Ini bisa membuat kesadaran buat kita bahwa ditengah kebatasan yang khususnya pada pendidikan di tanah Papua, masih ada kemauan untuk semangat menuntut ilmu. Jika kita tinggal di perkotaan dengan fasilitas yang memadai, maka janganlah  untuk disia-siakan. Masih banyak orang ingin menikmati pendidikan  yang memadai, tetapi belum sempat.
Berharap kedepannya benar-benar memperhatikan pendidikan yang ada khususnya di Papua. Bukan hanya memberikan bantuan pembangunan fisik dan kebijakan ataupun aturan, tetapi juga kesejahteraan tenaga pendidik dan pastinya pengawasan, monitoring dan evaluasi pendidikan sangat diperlukan.

Friday, January 20, 2017

Dipedalaman, Guru ini mengajar sambil gendong anak nya

        Guru adalah orang yang sangat berjasa bagi nusa dan bangsa, tanpa ada guru entah apa jadinya suatu  Negara. Guru mengajarkan suatu ilmu yang umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utamanya yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa siswinya.
        Namun mirisnya banyak kesejahteraan guru di pedalamaan tak terperhatikan. Penuntun bangsa di pedalaman ini terabaikan. Tujuan tulusnya hanya mencerdaskan bangsa tanpa mengharapakan suatu imbalan.berbagai rintangan dan kesulitan harus mereka lewati setiap harinya.

Berikut potret beberapa guru yang harus bersusah payah hanya untuk membagikan ilmunya



          Sri utami , beliau adalah guru bantu di derah pedalaman gorontalo, mirisnya anak ibu sri utami justru tidak sekolah. Sebagai guru bantu di daerah terpencil ia pun tak bisa berharap banyak pada gaji bulanannya. Bukan hanya tidak sanggup menyekolahkan sang anak, hidup Sri sendiri juga serba kekurangan.  

       Walaupun Telah mengabdikan jasanya selama 10 tahun nasibnya tak kunjung membaik. Harapan menjadi PNS pun sirna dengan umurnya yang sudah tak muda lagi. Namun semangat beliau untuk mncerdaskan bangsa tak pernah padam, ia selalu semangat walaupun harus melewati dua bukit plus dua anak sungai pula setiap harinya.

           
            Agustinus, adalah guru di SND20 Landau Bunga, di daerah pedalam Melawi. Untuk menuju ke sekolah Agustinus harus menyebrangi sungai yang ber arus deras selamaa 2 jam,
Bukan hanya itu saja tantangan yang di laluinya, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di sana sangat mahal, sedangkan gaji yang di dapatkannya begitu kecil alhasil ia harus hidup bersahaja.
sempat ia mengharapkan uang tunjangan dari pemerintah namun harapan itu pun sirna beriring dengan waktu yang berjalan. 

          Kini ia Tak peduli lagi dengan janji pemerintah, ia pun tetap mengajar dengan hati. Demi anak didiknya agar bisa mendapatkan nasib yang lebih baik. Setidaknya mampu menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Begitu besar perjuangan guru tangguh ini untuk mencerdaskan anak bangsa. Semoga dengan adanya artikel ini pemerintah lebih mengutamakan kesejahteraan guru di daerah terpencil.

Wednesday, January 18, 2017

Irsyad, bocah lumpuh yang rela merangkak demi bersekolah !

           Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk irsyad bocah asal Dusun Lombo'na, Desa Tubo Tengah, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat untuk  meraih ilmu di bangku sekolah. bocah 12 tahun yang mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya di karenakan folio ini dengan penuh semangat berjuang demi bersekolah seperti anak-anak seusianya.


Irsyad kerap mendatangi sekolahnnya dengan cara merayap setahap demi setahap hingga sampai ke sekolah. Dengan penuh semangat dan tanpa menyerah ia melakukan rutinitas tersebut setiap hari.para warga yang melihatnya merasa iba dan memberikan alat bantu jalan yang kini ia gunakan untuk mempermudah langkahnya menuju sekolah.

            Namun semua perjuanganya bukan lah hal yang sia-sia, Irsyad berhasil meraih rangking pertama sejak awal sekolah
.
            Beginilah keseharian irsyad, ia harus bangun lebih pagi dari anak-anak se usianya sehingga bisa mempersiapkan diri lebih awal agar tidak terlambat ke sekolah. Meskipun mengalami keterbatasan fisik namun hampir semua pekerjaan di lakukan irsyat seorang diri dengan cara merayap, mulai dari mandi,memakai seragam sekolah seperti baju dan sepatu.

            Aktifitas yang tidak dapat ia lakukan sendiri biasanya di bantu oleh adiknnya Huriansyah yang kini duduk di kelas 1 sd. Huriansyah kerap membantu kakaknya memakai celana karena Arsyad tidak mampu untuk berdiri sambil mengenakan seragam sekolah.

Jarak antara rumah Irsyad dan sekolah kurang lebih 300 meter. Agar tidak terlambat irsyat berangkat ke sekolah lebih awal. Alat bantu besi yang mirip kursi roda yang di rakit keluargannya inilah yang menjadi tumpuan Irsyat untuk mempermudah dirinya sampai ke sekolah. Kondisi jalan yang cukup menantang karena terjal dan menanjak diakui ijal cukup sulit namun alat tersebut dapat membantunya, teman-temannya yang merasa bersimpati kerap turut membantu irsyat hingga sampai ke depan pintu kelasnya di madrasah ibtidaiyyah Darul Dakwah Wal Irsyad Lombo'na Majene.

            Belakangan ini prestasi irsyad menurun. Para guru-guru di sekolah menduga ini di karenakan bocah sederhana ini sedang mengalami guncangan psikologis sejak ibunya, Almawati, meninggal dunia, saat tengah melahirkan adiknya di rumah sakit setempat setahun lalu.

            Meski bersedih kehilangan ibundanya Irsyat tetap tegar menghadapi musibah yang sedang menimpannya. kini ia terpaksa harus mengurus dirinya sendiri namun Isryad tetap tampak semangat datang kesekolah. Ia bercitra-cita menjadi mubaligh terkenal seperti almarhum Jefry al Bukhori ini tak pernah minder dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya. 

    


Di luar sekolah irsyad juga memiliki prestasi yang lain, Isryad beberpa kali menjadi juara satu lomba ceramah dan musabah al quran tingkat kecamatan. Iryad yang meyakini dirinya memiliki kelebihan seperti mahluk lainnya bertekad ingin membuktikan jika diirnya mampu seperti orang lain.
Para guru di sekolahnya pun mengagumi perjuangan sosok Irsyad. Kegigihannya untuk bersekolah seperti anak-anak seusianya ia buktikan menjadi siswa berprestasi di sekolahnya. Meski dengan kondisi fisik yang terbatas, Irsyad mampu meraih prestasi gemilang yang membanggakan semua pihak termasuk orang tua, guru dan warga sekitar yang berempati dengan sosok dan perjuangan Irsyad.






Tuesday, January 17, 2017

Yuuk kita tilik perjalanan Kurikulum pendidikan dari masa ke masa

Kalian tau pendidikan diIndonesia bermulai pada tahun berepa? yuk tilik dimari !          
   

Kurikulum di Indonesia merupakan alat yang terpenting  dalam mencapai keberhasilan di suatu pendidikan. Tidak adanya kurikulum yang sesuai dan tepat akan menjadi sulit dalam mencapai sasaran dan tujuan dalam pendidikan. Di Indonesia ini telah terjadi perubahan kurikulum dan perbaikan kurikulum dalam guna menyesuaikan perkembangan dan kemajuan zaman, agar dapat tercapainya tujuan yang maksimal.



       Perubahan ini di dasari karena perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat,berbangssa dan bernegara di Indonesia yang tidak terlepas pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perubahan kurikulum dari tahun ketahun adalah kebijakan yang di ambil pemerintah. Alasannya karena untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Akan tetapi tujuan dari pemerintah ini adalah tidak selalu sejalan dengan yang ada di lapangan. Hal itu dikarenakan sering berubah-ubahnya kurikulum yang ada sehingga membinggungkan semua pihak yang notabene dapat menghambat kegiatan belajar mengajar. Meskipun ada dampak positif yang bisa diambil tetapi masih banyak dampak negatif yang perlu ditinjau.


Sejarah perubahan kurikulum di Indonesia yaitu :  


1.      Rencana pelajaran 1947 

   2.      Rencana pelajaran terurai 1952

   3.      Rencana pendidikan 1964
   4.      Kurikulum 1968
   5.      Kurikulum 1975



   6.      Kurikulum 1984
   7.      Kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999
   8.      Kurikulum 2004
   9.      KTSP 2006
   10.  Kurikulum 2013

       Perubahan kurikulum serta besarnya anggaran yang di alokasikan oleh pemerintah untuk pendidikan belumlah berbanding lurus dengan kualitas Pendidikan Indonesia sampai saat ini, yaitu dapat kita lihat dari :



   1.      Prestasi belajar siswa dari ujian Nasional
   2.      Akhlak pelajar


            Kedepan nya, ada baiknya pemerintah dan mungkin kita sebagai warga negara republik indonesia hendak nya lebih memperhatikan pendidikan dengan baik dan cermat, sehingga tercipta individu-individu yang berkualitas bagi bangsa dan negeri ini. Tak luput juga pemerintah seharus nya lebih memperhatikan aspek aspek yang dianggap penting seperti
 kompetensi guru, karena keberhasilan pendidikan itu banyak di pengaruhi guru.  Selain itu, kebutuhan pendidikan kini semakin kompleks, maka di sarankan agar tiap sekolah atau lembaga pendidikan menerapkan suatu sistem kurikulum yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekolahnya,dan masyarakat sekitar.

Jaya indonesia ku !