Wednesday, January 18, 2017

Irsyad, bocah lumpuh yang rela merangkak demi bersekolah !

           Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk irsyad bocah asal Dusun Lombo'na, Desa Tubo Tengah, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat untuk  meraih ilmu di bangku sekolah. bocah 12 tahun yang mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya di karenakan folio ini dengan penuh semangat berjuang demi bersekolah seperti anak-anak seusianya.


Irsyad kerap mendatangi sekolahnnya dengan cara merayap setahap demi setahap hingga sampai ke sekolah. Dengan penuh semangat dan tanpa menyerah ia melakukan rutinitas tersebut setiap hari.para warga yang melihatnya merasa iba dan memberikan alat bantu jalan yang kini ia gunakan untuk mempermudah langkahnya menuju sekolah.

            Namun semua perjuanganya bukan lah hal yang sia-sia, Irsyad berhasil meraih rangking pertama sejak awal sekolah
.
            Beginilah keseharian irsyad, ia harus bangun lebih pagi dari anak-anak se usianya sehingga bisa mempersiapkan diri lebih awal agar tidak terlambat ke sekolah. Meskipun mengalami keterbatasan fisik namun hampir semua pekerjaan di lakukan irsyat seorang diri dengan cara merayap, mulai dari mandi,memakai seragam sekolah seperti baju dan sepatu.

            Aktifitas yang tidak dapat ia lakukan sendiri biasanya di bantu oleh adiknnya Huriansyah yang kini duduk di kelas 1 sd. Huriansyah kerap membantu kakaknya memakai celana karena Arsyad tidak mampu untuk berdiri sambil mengenakan seragam sekolah.

Jarak antara rumah Irsyad dan sekolah kurang lebih 300 meter. Agar tidak terlambat irsyat berangkat ke sekolah lebih awal. Alat bantu besi yang mirip kursi roda yang di rakit keluargannya inilah yang menjadi tumpuan Irsyat untuk mempermudah dirinya sampai ke sekolah. Kondisi jalan yang cukup menantang karena terjal dan menanjak diakui ijal cukup sulit namun alat tersebut dapat membantunya, teman-temannya yang merasa bersimpati kerap turut membantu irsyat hingga sampai ke depan pintu kelasnya di madrasah ibtidaiyyah Darul Dakwah Wal Irsyad Lombo'na Majene.

            Belakangan ini prestasi irsyad menurun. Para guru-guru di sekolah menduga ini di karenakan bocah sederhana ini sedang mengalami guncangan psikologis sejak ibunya, Almawati, meninggal dunia, saat tengah melahirkan adiknya di rumah sakit setempat setahun lalu.

            Meski bersedih kehilangan ibundanya Irsyat tetap tegar menghadapi musibah yang sedang menimpannya. kini ia terpaksa harus mengurus dirinya sendiri namun Isryad tetap tampak semangat datang kesekolah. Ia bercitra-cita menjadi mubaligh terkenal seperti almarhum Jefry al Bukhori ini tak pernah minder dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya. 

    


Di luar sekolah irsyad juga memiliki prestasi yang lain, Isryad beberpa kali menjadi juara satu lomba ceramah dan musabah al quran tingkat kecamatan. Iryad yang meyakini dirinya memiliki kelebihan seperti mahluk lainnya bertekad ingin membuktikan jika diirnya mampu seperti orang lain.
Para guru di sekolahnya pun mengagumi perjuangan sosok Irsyad. Kegigihannya untuk bersekolah seperti anak-anak seusianya ia buktikan menjadi siswa berprestasi di sekolahnya. Meski dengan kondisi fisik yang terbatas, Irsyad mampu meraih prestasi gemilang yang membanggakan semua pihak termasuk orang tua, guru dan warga sekitar yang berempati dengan sosok dan perjuangan Irsyad.






No comments:

Post a Comment