Sunday, January 22, 2017

Sekolah Di Papua Tak Berdinding



          Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidkan yang bermutu akan menghasilkan bibit yang bermutu pula. Namun dilihat dari keseluruhan, apakah pendidikan Indonesia sudah bermutu? Ada beberapa menjawab ya dan sebagian besar tidak. Iya ketika pendidikannya di perkotaan atau daerah yang memiliki sistem pendidikan yang berkualitas, dan tidak ketika seseorang tinggal di daerah pelosok tanah air secara langsung proses pendidikannya berjalan.
           Disini, kita langsung liat potret pendidikan yang ada di papua, khususnya di Biak. Tepatnya berada di Distrik Padaido, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Di Distrik Padaido sendiri jumlah sekolah sebanyak 8 sekolah yang terdiri dari 5 Sekolah Dasar, 2 Sekolah Menengah Pertama dan 1 Sekolah Menegah Atas. Di sekolahan sinilah saya melihat pendidikan yang ada di Papua, mulai dari kondisi bangunan, kondisi ruang kelas,  murid, guru, sampai proses pembelajaran.

     a.       Kondisi bangunan

Dari 8 sekolah yang ada di Distrik Padaido, sebagian sekolahan yang dindingnya retak dan jumlah bangunan yang tidak cukup. Seperti di salah satu sekolah dasar. Hanya memili 4 kelas yang biasanya minimal masing-masing kelas terdiri dari 4 ruang kelas.

   b.      Kondisi ruang kelas
Sebagian besar di sekolahan ada ruangan kelas yang bagus. Namun dibeberapa sekolahan diruang kelas terlihat lantai yang tidak bagus, flapon yang tidak rusak. Dan yang paling penting masih yang tertampangnya foto mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di dinding depan kelas yang seharusnya disitu tepampang foto JokoWidodo.

    c.       Murid
Terlepas dari bangunan di atas, di situlah kita dapat meliat raut muka anak-anak terpancar sangat semangat dan keceriaan. Walupun dalam kondisi yang pada umumnya, ada sebagian murid sajalah yang memakai sepatu saat sekolah, tetapi hal itu tidak mengendorkan niat mereka untuk kesekolah demi menuntut ilmu untuk masa depan yang baik.

 Ini bisa membuat kesadaran buat kita bahwa ditengah kebatasan yang khususnya pada pendidikan di tanah Papua, masih ada kemauan untuk semangat menuntut ilmu. Jika kita tinggal di perkotaan dengan fasilitas yang memadai, maka janganlah  untuk disia-siakan. Masih banyak orang ingin menikmati pendidikan  yang memadai, tetapi belum sempat.
Berharap kedepannya benar-benar memperhatikan pendidikan yang ada khususnya di Papua. Bukan hanya memberikan bantuan pembangunan fisik dan kebijakan ataupun aturan, tetapi juga kesejahteraan tenaga pendidik dan pastinya pengawasan, monitoring dan evaluasi pendidikan sangat diperlukan.

No comments:

Post a Comment