Tuesday, May 30, 2017

6 Rahasia Fotografer Profesional Untuk Mendapatkan Foto Malam Hari Sempurna.

Hay guys untuk kalian yang pecinta foto dan baru memulai profesi sebagai fotografer, udah pastinya akan saling berlomba-lomba untuk mendapatkan hasil jepret terbaik kan, pada kesempatan ini saya bakal bahas tentang bagaimana caranya memotret foto menggunakan kamera DSLR pada waktu malam hari. Sebagian fotografer pemula pasti merasa kesulitan jika harus memotret foto pada malam hari karena dari kondisi dan settingan kamera juga sangat berbeda dari pengambilan foto pada siang hari. Untuk menghasilkan jepretan seperti fotografer profesional berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu jadikan sebagai tutorial.

1. Persiapkan peralatan penunjang


Sebelum memulai melakukan pemotretan, sebaiknya persiapkan peralatan yang menunjang sewaktu memotret pada malam hari, apa saja itu?Pertama adalah tripod. Tripod merupakan benda wajib yang harus dibawa. Pengambilan gambar malam hari memerlukan shutter speed yang lambat untuk mendapatkan jumlah cahaya lebih dari sekitar. Pada shutter speed yang lambat akan sangat sulit bagi kita untuk terus memegangi kamera dan berharap tangan kita tidak gemetar, tapi jika anda mampu melakukannya tanpa tripod dan tanpa ada getaran berarti anda patut mendapatkan standing applause. Hehehe...
2. Gunakan format RAW

Format RAW akan memakan tempat pada memori penyimpanan kalian. Meskipun begitu, percayalah format ini merupakan rekomendasi terbaik dari para fotografer dalam pemotretan sewaktu malam hari.
Malam sebagaimana kita tahu adalah waktu dimana minim cahaya. Tentu saja gambar yang kita ambil tidak dapat fokus secara maksimal, hal ini berbeda saat pengambilan gambar di siang hari dimana fokus objek akan terbantu oleh cahaya matahari.
Pengambilan gambar dengan format RAW akan membuat hasil foto jelas dan tajam. Hal ini akan memudahkan kita dalam proses editing foto.
3. Turn off image stabilizer


Image Stabilizer berfungsi untuk mengurangi getaran pada saat kita mengambil foto dengan tangan kita. Nah, untuk pengambilan foto pada malam hari, karena kita sudah memakai tripod, maka image stabilizer tidak terlalu diperlukan karena otomatis getaran akibat kamera yang biasanya kita pegang sudah tergantikan oleh adanya tripod.
4. Gunakan ISO minimal

Lho, bukannya ISO rendah bakal membuat foto jadi lebih gelap ya? Eits… tunggu dulu, ISO rendah memang menghasilkan foto yang gelap tapi disini lah seninya. ISO rendah akan dikombinasikan dengan penggunaan shutter speed yang lambat, jadi jumlah cahaya yang ditangkap tetap akan optimal dan oleh sebab itu kita harus memakai tripod.

Tetapi apakah salah memakai ISO yang tinggi? Sebenarnya sih nggak salah karena gambar yang akan dihasilkan tetap akan terang, tapi resikonya akan muncul banyak noise yang malah akan membuat foto kita tidak tajam (noise adalah bintik-bintik kecil dan banyak yang mengurangi kualitas ketajaman foto).
5. Setting shutter speed lebih lama



Aturlah shutter speed menjadi lebih lama dengan memperhatikan fitur live view dikameramu hingga mendapat tampilan yang terang. Pengaturan shutter speed yang lambat/lama berfungsi agar kamera bekerja menangkap cahaya lebih dari berbagai sumber disekitar sehingga hasil foto akan tampak terang secara natural dan juga agar tidak menghasilkan noise.

Shutter speed yang lambat haruslah bebas dari getaran agar foto yang dihasilkan tajam. Maka dari itu diawal saya sebutkan untuk membawa tripod. Selain itu bawalah juga Shutter Release tapi ini opsional saja. Benda ini merupakan semacam remote untuk melakukan pengambilan gambar. Berfungsi juga untuk menghilangkan getaran sewaktu kita melakukan pemencetan tombol pada kamera (apabila tidak memakai remote).
6. Find your sweet spot!
Istilah Sweet Spot merupakan istilah yang dipakai para fotografer dalam menyebut titik aperture terbaik. Titik aperture terbaik biasanya berada 2-3 stop dari aperture maksimal kameramu. Sebagai contoh:

Aperture pada pengambilan foto malam hari sebenarnya opsional ini tergantung gimana konsep dan objek yang akan kamu ambil. Ingat ya semakin kecil angka aperture maka semakin lebar bukaan lensa sehingga menghasilkan foto close up yang memiliki background blur. Sebaliknya aperture dengan angka tinggi akan semakin kecil bukaannya dan menghasilkan foto landscape yang baik. Maka dari itu sesuaikan dengan kamera dan kebutuhanmu.
Nah cukup sekian dulu ya tipsnya, semoga bisa membantu anda untuk mendapatkan hasil foto yang setara dengan hasil foto fotografer profesional. Selamat mencoba.

No comments:

Post a Comment